TMMD Ke-100 Kodim 1707/Merauke Resmi Ditutup - LENSA COMANDO

Post Top Ad

Hosting Unlimited Indonesia

Friday, October 27, 2017

TMMD Ke-100 Kodim 1707/Merauke Resmi Ditutup


Merauke, Lensacomando.com - Kepala Staf Korem 174/ATW Kolonel Kav Ketut Adi Suasta Putra, SE,M.M. pimpin upacara penutupan TMMD ke-100 Kodim 1707/Merauke yang berlangsung pada hari Kamis 26 Oktober 2017 bertempat di Kampung Wonggi Distrik Passue Bawah Kab. Mappi.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono Selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasrem 174/ATW Kolonel Kav Ketut Adi Suasta Putra, SE,M.M. selaku Inspektur upacara Menyampaikan bahwa, TNI AD mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pelaksanaan TMMD di seluruh Indonesia melalui program TMMD, kita juga membangun dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong guna membantu percepatan program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan. Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat yaitu “Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Tema ini sangat selaras dengan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan TMMD ke-100 pada tahun 2017 ini diselenggarakan selama satu bulan mulai tanggal 27 September s.d. 26 Oktober 2017, secara serentak di 52 titik di 52 Kabupaten/Kota. Tujuan kegiatan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menyiapkan Ruang Juang, Alat Juang dan Kondisi Juang yang tangguh, dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik.

Secara fisik, pada TMMD ke-100 ini, TNI menyelesaikan berbagai sasaran infrastruktur seperti pembangunan, rehabilitasi, pengerasan, pengaspalan dan peningkatan badan jalan, pembuatan dan rehab jembatan, pembangunan dan renovasi rumah ibadah, pembangunan dan renovasi sekolah, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni serta pembangunan sarana sanitasi yang dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, TNI juga bekerjasama dengan Kementan RI melaksanakan berbagai pembangunan dalam rangka meningkatkan Kemandirian Pangan Nasional di 52 titik pelaksanaan TMMD berupa pembangunan jaringan irigasi tersier dan pemberian bibit sesuai kebutuhan Satgas.

Secara non fisik, TMMD merupakan momentum yang sangat baik untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong yang sudah mulai pudar di dalam masyarakat kita karena tergerus dengan budaya hedonisme dan individualisme.

TMMD juga memperkuat Kemanunggalan antara TNI dan Rakyat yang merupakan wujud dari salah satu jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat. TNI meyakini bahwa kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI.

Pada akhirnya, diharapkan bahwa seluruh kondisi tersebut semakin memantapkan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dalam amanatnya juga menerangkan bahwa untuk lebih merekatkan kemanunggalan TNI dan Rakyat serta mempererat hubungan silaturahmi dan kekeluargaan antara TNI dan Rakyat, maka Satgas TMMD ke-100 wajib tidur dirumah masyarakat dan makan bersama masyarakat dengan memanfaatkan ULP Prajurit yang diberikan oleh Komando Atas.

Hal tersebut membuktikan bahwa TNI dan Rakyat memang tidak terpisahkan. Roh TNI adalah rakyat karena sejarah menunjukkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat dalam merebut kemerdekaan.

Sebaliknya, sebagai wujud penghargaan TNI kepada masyarakat yang telah menyiapkan makanan dan menyediakan rumahnya untuk ditempati oleh para prajurit TNI serta bergotong-royong selama pelaksanaan TMMD, maka TNI mengundang putra putri mereka untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Wisata Nusantara Bersatusebagai rangkaian kegiatan HUT TNI ke-72 Tahun 2017 yang lalu.

Nilai-nilai luhur bangsa seperti menghargai perbedaan, persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong serta nasionalisme yang menjadi kekuatan perjuangan dalam merebut kemerdekaan, seolah-olah semakin ditinggalkan. Hal tersebut bila tidak segera diatasi akan berpotensi melumpuhkan, bahkan menghancurkan Bangsa Indonesia sebagaimana yang terjadi pada kerajaan-kerajaan besar nusantara masa lalu, yang sekarang hanya tercatat dalam sejarah.

Program TMMD yang saat ini telah berlangsung ke-100 kali, pada hakekatnya adalah sebagai implementasi upaya untuk menggali dan membangkitkan kembali sistem kekebalan tubuh atau imunitas bangsa tersebut, yang pada dasarnya telah melekat secara inherent pada diri bangsa dan terwujud dalam nilai-nilai luhur serta terangkum dalam falsafah hidup Pancasila. Kebersamaan dan Kemanunggalan TNI dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD, baik dalam kegiatan fisik maupun non fisik, diharapkan dapat mengembalikan nilai-nilai luhur yang saat ini terasa semakin terkikis oleh arus globalisasi dan modernisasi, agar kekebalan tubuh atau imunitas Bangsa Indonesia dapat bertahan dari derasnya ancaman yang semakin sulit untuk diidentifikasi.

Sebelum mengakhiri amanatnya lebih lanjut Kasad menyampaikan beberapa atensi dan harapan pada program TMMD ke-100 sebagai berikut :

Pertama, Pertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI-Rakyat dengan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi serta melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekeliling kita.

Kedua, tingkatkan semangat gotong royong yang merupakan salah satu dari nilai luhur bangsa Indonesia sebagai upaya menjaga imunitas bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, pelihara dengan baik hasil pembangunan program TMMD ke-100, baik fisik maupun non fisik, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dalam kurun waktu yang lama.

Keempat, laksanakan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD ke-100 sebagai bahan perbaikan pada TMMD mendatang.

Kelima, kepada para Prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi, pengabdian dan kerja keras yang telah kalian tunjukkan selama pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat selesai dengan baik, aman dan lancar. Segera kembali ke induk pasukan masing-masing dan perhatikan faktor keamanan selama dalam perjalanan.

Pada Upacara Penutupan TMMD ke-100 tersebut dihadiri oleh Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol Inf Heri Krisdianto, S.E., Wakil Bupati Kab. Mappi Jaya Ibnu Su’ud, Pasi Bhakti TNI Korem 174/ATW Mayor Inf Suko Raharjo, Pabung Kab. Mappi Mayor Inf Abd. Rahim AS., Pasi Ter Kodim 1707/Merauke Kapten Czi Septian Herpriyono, S.Sos., Plt. Sekda Kab. Mappi bapak Vinsen Yamlean, Kakesbangpol Kab. Mappi bapak Widodo, Plt Kadis Capil Kab. Mappi bapak Suradi, Kapolres Mappi AKBP Wartono, Ketua FKPPI Kab. Mappi bapak Abdul Kodir Jailani, Kadis Perindustrian dan ketenagakerjaan Kab. Mappi bapak Agusinus Reniban, Kadispora Kab. Mappi bapak Ferdinandus Kainakaimu, Kadis Pemukiman dan perumahan bapak Yanto, Kasatpol PP Kab. Mappi bapak Bustam para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan para pelajar serta Masyarakat Kampung Wonggi Distrik Passue Bawah Kab. Mappi. (ril/Gal)

Post Bottom Ad

Hosting Unlimited Indonesia